Ia seorang kawan
Saban hari menatap awan
Ia Budayawan
… yang rupawan
Seorang Sastrawan
… yang menawan
Seorang Jutawan
… yang dermawan
Seorang Rohaniawan… yang cendikiawan
Seorang Negarawan
juga seorang Sejarahwan
Seorang Pahlawan
Dari kota Belawan
Dihormati lawan
Disegani wartawan
Ia seorang bangsawan
Bukan bangsatwan
Bukan pula cendawan
Apalagi hewan
Sayang bibirnya penuh sariawan
Giginya tumbuh rawan
Serupa perawan
Yang ditawan
Berharap seteguk anggur dalam cawan
By : Suryadin Laoddang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar